MEDIA TRANSMISI
Media
transmisi adalah jalur fisik yang menghubungkan antara sisi pengirim dan sisi
penerima. Secara umum media transmisi dikategorikan ke dalam dua hal yaitu: Guided
Media dan Unguided Media. Media transmisi yang masuk dalam kategory
guided media antara lain kabel twisted-pair, kabel koaksial dan
kabel serat optik (fiber-optic). Sedangkan media transmisi yang masuk
dalam kategory unguided media adalah gelombang radio, gelombang mikro dan infra
merah. Dalam hal ini kita akan membahas berbagai jenis media transmisi tersebut di atas.
Terdapat beberapa kriteria yang
dapat digunakan untuk menentukan jenis media transmisi dalam komunikasi data,
yaitu: kecepatan pengiriman data, bandwidth dan jarak transmisi.
Setiap media transmisi memiliki kemampuan yang berbeda untuk membawa data
dengan kecepatan tertentu. Atau dengan
kata lain, setiap media transmisi memiliki kapasitas kanal yang berbeda-beda. Pada Bab 3 kita tahu bahwa
kapasitas kanal dipengaruhi oleh besarnya bandwidth yang dimiliki oleh media transmisi.
Jarak transmisi terkait dengan adanya atenuasi di dalam proses komunikasi data.
Semakin tinggi atenuasi maka jarak transmisi akan semakin pendek. Namun secara
umum, media transmisi yang termasuk dalam guided media memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap gangguan
transmisi dibandingkan dengan unguided media.
a.
Kabel Twisted Pair/untiran.
Kabel jenis
ini merupakan kabel
yang paling luas
penggunaannya karena dipergunakan untuk jaringan telpon. Kabel ini terbuat dari
tembaga dimana beberapa pasang kabel di-untir
dan dijadikan satu. Guna mempertinggi kualitas kabel,
seringkali setiap pasang kabel akan saling di-untir sehingga disebut sebagai
kabel untiran.
Ada dua jenis kabel twisted pair yaitu
·
UTP(unshielded
twisted pair)
UTP(unshielded
twisted pair)
·
STP (shielded
twisted pair)
STP (shielded
twisted pair)
Konektor yang digunakan dalam
kabel twisted pair biasanya adalah RJ 45

Konektor RJ 45
|
Cable
|
Type
|
Feature
|
|
Type
CAT 1
|
UTP
|
Analog
(biasanya digunakan di perangkat telephone pada umumnya dan pada jalur ISDN
integrated service digital networks. Juga untuk menghubungkan modem dengan
line telepon).
|
|
Type
CAT 2
|
UTP
|
up to 1 Mbits
(sering digunakan pada topologi token ring) 16 Mbits data transfer
|
|
Type
CAT 3
|
UTP / STP
|
(sering
digunakan pada topologi token ring atau 10BaseT)
|
|
Type
CAT 4
|
UTP, STP
|
20 Mbits data
transfer (biasanya digunakan pada topologi token ring)
|
|
Type
CAT 5
|
UTP, STP - up
to 100 MHz
|
100 Mbits data
transfer / 22 db
|
|
Type
CAT
5enhanced
|
UTP, STP - up
to
100 MHz
|
1 Gigabit
Ethernet up to 100 meters – 4 copper pairs (kedua jenis CAT5 sering digunakan
pada topologi token ring 16Mbps, Ethernet 10Mbps atau pada FastEthernet
100Mbps)
|
|
Type
CAT 6
|
up to 155 MHz or
250 MHz
|
2,5 Gigabit
Ethernet up to 100 meters or 10 Gbit/s up to 25 meters . 20,2 db (Gigabit
Ethernet)
|
|
|
up to 200 MHz
or
700 Mhz
|
|
b.
Kabel Koaksial
Pada
jenis ini, kabel utama yang terbuat dari tembaga yang dikelilingi oleh anyaman halus kabel tembaga lainnya dan diantaranya terdapat
isolasi. Dari sudut harga, kabel ini lebih
mahal apabila dibanding dengan kabel untiran, tetapi kualitas yangdiberikan
juga lebih baik.


BNC Connector
Coaxial cable, dikenal dua jenis,
yaitu
·
thick coaxial cable (mempunyai
diameter lumayan besar)
·
thin coaxial cable (mempunyai
diameter lebih kecil).
Ø Thick coaxial cable (Kabel Coaxial _gemuk_)
Kabel coaxial jenis ini
dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai
diameter rata-rata 12mm, kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat
ThickNet. Kabel Coaxial ini (RG-6) jika
digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
·
Setiap ujung
harus diterminasi dengan
terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator
·
yang sudah dirakit, bukan
menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi
tegangan yang lumayan lebar).
·
Maksimum 3 segment dengan
peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated
·
segments.
·
Setiap kartu jaringan mempunyai
pemancar tambahan (external transceiver).
·
Setiap segment maksimum berisi 100
perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
·
Maksimum panjang kabel per
segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
·
Maksimum jarak antar segment
adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
·
Setiap segment harus diberi
ground.
·
Jarak maksimum antara tap atau
pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5
meter).
·
Jarak minimum antar tap adalah 8
feet (sekitar 2,5 meter).

Dual 2.2GHz RG-6 Coaxial Cable
Ø Thin coaxial cable (Kabel Coaxial _Kurus_)
Kabel coaxial jenis ini banyak
dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar.
Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan,
kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3
10BASE2, dimana diameter
rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan
dengan BNC T-connector.
Kabel jenis ini juga dikenal
sebagai thin Ethernet atau ThinNet. Kabel
coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan
dengan TConnector dan terminator dalam sebuah
jaringan, harus mengikuti aturan sebagai
berikut:
·
Setiap ujung kabel diberi
terminator 50-ohm.
·
Panjang maksimal kabel adalah
1,000 feet (185 meter) per segment.
·
Setiap segment maksimum
terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
·
Kartu jaringan cukup menggunakan
transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver,
·
kecuali untuk repeater.
·
Maksimum ada 3 segment terhubung
satu sama lain (populated segment).
·
Setiap segment sebaiknya
dilengkapi dengan satu ground.
·
Panjang minimum antar T-Connector
adalah 1,5 feet (0.5 meter).
·
Maksimum panjang kabel dalam satu
segment adalah 1,818 feet (555 meter).
·
Setiap segment maksimum mempunyai
30 perangkat terkoneksi.

RG58/U PVC Coax
Patch Cable _ BNC
BNC T-Connector
Ø Fiber Optic Cable (Serat Optik).
Fiber optik adalah sebuah kaca
murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa
fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat
yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan
data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh.
Bagian-bagian fiber optik

Core
adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana
pengiriman sinar dilakukan. Cladding adalah materi yang mengelilingi inti
yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke
dalam inti(core). Buffer Coating adalah plastic pelapis
yang melindungi fiber dari kerusakan.
Jenis
Fiber Optik
1.
Single-mode fibers
Mempunyai inti
yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang
1300-1550 nanometer)
2.
Multi-mode fibers
Mempunyai
inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan
berfungsi mengirimkan sinar laser
inframerah (panjang gelombang 850-1300
nanometer)

Cara
Kerja Fiber Optik

Sinar
dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena
cladding sama sekali tidak
menyerap sinar dari inti. Akan
tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada
kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.
Keuntungan Fiber Optik
·
Murah , jika dibandingkan dengan
kabel tembaga dalam panjang yang sama.
·
Lebih tipis, mempunyai diameter
yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
·
Kapasitas lebih besar.
·
Sinyal degradasi lebih kecil.
·
Tidak mudah terbakar,tidak
mengalirkan listrik.
·
Fleksibel.
·
Sinyal digital.
Kabel Optik Yang
Sering Digunakan
Distribution Cable

Indoor/Outdoor
Tight Buffer
Indoor/Outdoor
Breakout Cable

Aerial
Cable/Self-Supporting

Hybrid & Composite Cable

Armored Cable

Low Smoke Zero
Halogen
Konektor kabel Fiber Optik

Komunikasi Tanpa
Kabel (wireless)
3
KHz _ 1 GHz 1 _ 300 GHz 300 GHz _ 400 THz
1.
Radio wave (gelombang radio)
Sinyal yang berbentuk analog,
juga dapat ditransmisikan melalui udara, seperti
misalnya: gelombang radio. AM-Radio yang merupakan singkatan dari Amplitude Modulation, dapat menangkap sinyal pada frekwensi
yang sama, dan dengan kekuatan dan amplitude
yang dimilikinya, dapatlah menggerakkan informasi
kearah yang dituju.
Pemancar radio-FM
dan station televisi
juga dapat digunakan
untuk menyalurkan gelombang analog.
Dalam hal ini, Station televisi ataupun pemancar
Radio-FM (Frekwensi Modulation) akan mendiami gelombang antara 54 hingga 806 megahertz (millions of cycles per
second)
Dalam hal ini, radio komunikasi
gelombang pendek banyak digunakan oleh kalangan tertentu,
misalnya ORARI ataupun
kepolisian, juga dapat dimanfaatkan
untuk membawa sinyal analog ketempat yang dituju. Radio komunikasi gelombang pendek memiliki frekwensi yang lebih
tinggi jika dibanding dengan frekwensi yang
dimiliki oleh pemacar radio-AM.

Sistem gelombang radio
Komunikasi data melalui gelombang elektro magnet (udara) yang
paling banyak digunakan adalah dengan gelombang mikro atau microwave. Cara ini
bisa menjangkau jarak yang sangat jauh, sehingga banyak kalangan industri
ataupun pribadi yang menggunakannya untuk memindahkan/ menyalurkan suara, video
ataupun data komunikasi
Telpon celuler ataupun telpon genggam, ataupun telpon mobil yang
bekerja pada frekwensi 825 hingga 890 megahertz, juga dapat dimanfaatkan sebagai
suatu media transmisi komunikasi data.
Penggunaan
satelit dirancang untuk mengurangi biaya pada pengiriman jarak yang sangat
jauh. Apabila digunakan gelombang mikro, maka diperlukan banyak sekali station pemancar bumi yang harus dibangun.
Disamping itu juga harus diingat adanya lautan
yang memisahkan daratan satu dengan lainnya.
Dengan menggunakan satelit, maka permasalahan yang ada bisa diatasi. Satelit secara umum bekerja pada frekwensi antara
dua hingga 40 gigahertz (billion of hertz).

Sistem Gelombang
Mikro(Mikro wave)
Teknologi
infrared adalah teknologi pertama dan paling memasyarakat, sudah sangat umum yang terdapat dipengendali yang beredardi
pasaran, misalnya remote tv. Prinsip
kerjanya sangat sederhana, processor
kecil pada remote akan menterjemahkan penekanan
tombol menjadi intruksi bahasa mesin (bilangan biner) yang dikirimkan melalui infrared ke TV. Dan data diubah
kembali menjadi instruksi yg dikenal TV.
Konsorsium yang mengatur dan megurusi infrared adalah
IrDA) Infrared Data Associate, memiliki
panjang gelombang sekitar 875 nm. Sinar yang
dihasilkan dan dipancarkan didapatkan dari sebuah lampu LED biasa yang dapat diproduksi dengan sangat murah. Ada dua versi yaitu versi 1.0 memiliki kecepatan dari 0,576
hingga 115,2 kbps, sementara versi 2.0
memiliki kecepatan 0,576 hingga 1,152 Mbps
Kekurangan Infrared :
·
Setiap devices harus terarah dan
_bertatap muka_ langsung karena infrared menggunakan sinyal terarah dan biasnya
hanya 30 derajat.
·
Teknologi yang cukup tua,
kecepatan yang sangat terbatas
·
Jarak yang sangat terbatas dan
tidak flesibel, mobiles
Teknologi ini dipelopori oleh
Ericsson yang saat ini mulai menggusur dominasi
infrared untuk perangkat
bergerak(HP, PDA), teknologi ini sudah dikembangkan oleh sebua konsursium yaitu bluetooth special Interest
Group (SIG). Cakupan Bluetooth bisa mencapai
10 meter dan tidak terhalang flesibelitas media, berbeda dengan media lainya seperti infrared atau Wi-Fi, Bluetooth
memungkinkan koneksi antar piranti elektronik
apa aja dan bukan hanya computer. Bluetooth dapat dibuat membentuk PAN atar perangkat seperti computer, HP, PDA
Kamera, bar-code reader, perangkat audio video
bahkan sampai perangkat dapur.
Bluetooth bekerja dengan
menggunakan signal radio pada frekuensi 2,4 Ghz yang sama dengan WiFI untuk menghindari interpretensi maka
Bluetooth bekerja dengan cara spread spectrum
frequency hopping (SSFH). Pada saat perangkat Bluetooth
akan terkoneksi maka perangkat harus melakukan hopping sequence agar dapat saling mengenali. Secara teoritis kecepatannya 1
Mbps, namun kecepatan efektifnya hanya 721
Kbps, ini untuk standar Bluetooth 1.1, sedangkan untuk standar 1.0 mempunyai kecepatan hanya 420 Kbps Pemakaian
Bluetooth sampai saat ini sudah sangat luas,
diantaranya.
Dahulu teknologi ini digunakan
untuk HP, dimana penggunaan headset dengan menggunakan
Bluetooth dapat mengakses tanpa batas,
teknologi ini memungkinkan pengguna dapat menggunakan fasilitas HPnya
walaupun Hpnya berada di dalam tas atau koper.
Teknologi ini juga memungkinkan
HP untuk memanfaatkan kemampuan Dial-Up Networking yang ada pada PC,
memungkinkan kita didalam jaringan PAN untuk
terkoneksi ke internet tanpa menggunakan media kabel jaringan. Fungsinya hampir sama dengan fasilitas Infrared untuk
sebagai media penghubung ke
Internet, namun bedanya
perangkat tersebut dapat digunakan
tanpa harus berhadapan.
Memungkinkan membentuk sebuah NT
tanpa harus dipusingkan dengan setting domainya
terlebih dahulu, misalnya: pada sebuah seminar si pembicara akan membagikan
file presentasinya dan
pembicara cukup mengaktifkan fasilitas Bluetoothnya pada komputernya dan
para peserta dapat melakukan file transfer
seizin pemilik dengan otentikasi
Bluetooth memungkinkan
sinkronisasi antar piranti dari PC, PDA, HP, sampai dengan peralatan dapur
Kelemahan
Terletak
pada caranya mengurus
data, secara teoritis
dapat mengkoneksikan 7 perangkat
secara langsung, tetapi manejemen datanya hanya
memungkinkan dua perangkat sementara yang lain menunggu.
Wireless Fidelity, teknologi ini
pada awalnya untuk menghilangkan keruwetan kabel dalam membangun sebuah jaringan computer, Wi-Fi bekerja
pada frekuensi sama dengan Bluetooth yaitu
pada 2,4 Ghz, namun bedanya Bluetooth menggunakan spread spectrum frequency hopping (SSFH), sedangkan Wi-Fi
menggunakan direct sequence spread spectrum
(DSSS), Intinya spread pada Wi-Fi akan lebih stabil dan tentunya lebih
cepat dibandingkan dengan
Bluetooth . Wi-Fi
memiliki kelemahan yang sangat mengangu
seperti masalah keamanan yang dapat di bajak ditengan
jalan, dan rentan terhadap konflik dengan perangkat lain dalam waktu yang bersamaan.
Wi-Fi, dikenal dengan standar
IEEE 802.11b, mulai
luas dioperasikan dan beberapa operator
di Amerika Serikat mengope-rasikannya secara
hot spot di berbagai lokasi seperti Bandar udara, kampus, hotel, coffee shop dll. Wi-Fi sendiri masih mengandung beberapa kelemahan.
Infrared, Bluetooth, Wi-Fi
semuanya harus melakukan pengenalan dengan device
yang akan bertukar data, istilah ini disebut dengan pairing. Device
infrared pastilah sangat terbatas pada koneksi
point-to-point dan memiliki proses pairing yang
termudah , ketika terjadi kontak sinar infrared, maka protocol infrared akan
memberikan nama yang unik sementara pada kedua alat
tersebut. Bluetooth dan Wi-Fi memiki sedikit
perbedaan dibandingkan dengan koneksi infrared, Bluetooth dan Wi-Fi dapat berfungsi didalam jaringan dimana terdapat
banyak device, dan diberi nama yang unik agar
tidak bentrok. Agar dapat masuk dan terkoneksi dengan suatu jaringan maka device dengan Bluetooth dan Wi-Fi harus
dilakukan konfigurasi yang harus diatur secara
benar agar terjadi pairing dengan kedua interkoneksi ini.
Istilah Jaringan dan Pengkabelan
|
Cable
|
Comment
|
|
10 Base2
|
10-Mbps
baseband Ethernet specification using 50-ohm thin coaxial cable. 10Base2,
which is part of the IEEE 802.3 specification, has a distance limit of 606.8 feet - 185 meters - per segment.
|
|
10
Base5
|
10-Mbps
baseband Ethernet specification using standard (thick) 50-ohm baseband coaxial
cable. 10Base5, which is part of the IEEE 802.3 baseband physical layer
specification, has a distance limit of 1640 feet - 500 meters - per segment.
|
|
10BaseF
|
10-Mbps
baseband Ethernet specification that refers to the 10BaseFB, 10BaseFL, and
10BaseFP standards for Ethernet over fiber-optic cabling
|
|
10BaseFB
|
10-Mbps baseband
Ethernet specification using
fiber-optic cabling. 10BaseFB
is part of the IEEE 10BaseF specification. It is not used to connect user
stations, but instead provides
a synchronous signaling backbone that allows additional
segments and repeaters to be connected to the network. 10BaseFB segments can
be up to 1.24 miles - 2000 meters - long.
|
|
10BaseFL
|
10-Mbps baseband
Ethernet specification using
fiber-optic cabling. 10BaseFL
is part of the IEEE 10BaseF specification and, while able to interoperate
with FOIRL, is designed to replace the FOIRL specification. 10BaseFL segments
can be up to 3280 feet - 1000 meters - long if used with FOIRL, and up to
1.24 miles - 2000 meters - if 10BaseFL is used exclusively.
|
|
10BaseFP
|
|
|
|
10-Mbps
baseband Ethernet specification using two pairs of twisted-pair cabling
Category 3, 4, or 5): one pair for transmitting data and the other for
receiving data. 10BaseT, which is part of the IEEE 802.3 specification, has a
distance limit of approximately 328 feet -100 meters - per segment
|
|
|
100-Mbps
baseband Fast Ethernet specification using two strands of multimode
fiber-optic cable per link. To guarantee proper signal timing, a 100BaseFX
link cannot exceed 1312 feet - 400 meters - in length. Based on the IEEE
802.3 standard
|
|
|
100-Mbps
baseband Fast Ethernet specification using UTP wiring. Like the 10BaseT
technology on which it is based, 100BaseT sends link pulses over the network
segment when no traffic is present. However, these link pulses contain more
information than those used in 10BaseT. Based on the IEEE 802.3 standard.
|
|
100BaseTX
|
|
|
|
100-Mbps baseband
Fast Ethernet specification that
refers to the 100BaseFX and 100BaseTX standards for
Fast Ethernet over fiber-optic cabling. Based on the IEEE 802.3 standard
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar