Sabtu, 02 Mei 2015

Media Transmisi Jaringan



MEDIA TRANSMISI

Media transmisi adalah jalur fisik yang menghubungkan antara sisi pengirim dan sisi penerima. Secara umum media transmisi dikategorikan ke dalam dua hal yaitu: Guided Media dan Unguided Media. Media transmisi yang masuk dalam kategory guided media antara lain kabel twisted-pair, kabel koaksial dan kabel serat optik (fiber-optic). Sedangkan media transmisi yang masuk dalam kategory unguided media adalah gelombang radio, gelombang mikro dan infra merah. Dalam hal ini kita akan membahas berbagai jenis media transmisi  tersebut di atas.
Terdapat beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan jenis media transmisi dalam komunikasi data, yaitu: kecepatan pengiriman data, bandwidth dan jarak transmisi. Setiap media transmisi memiliki kemampuan yang berbeda untuk membawa data dengan  kecepatan tertentu. Atau dengan kata lain, setiap media transmisi memiliki kapasitas kanal  yang berbeda-beda. Pada Bab 3 kita tahu bahwa kapasitas kanal dipengaruhi oleh besarnya  bandwidth yang dimiliki oleh media transmisi. Jarak transmisi terkait dengan adanya atenuasi di dalam proses komunikasi data. Semakin tinggi atenuasi maka jarak transmisi akan semakin pendek. Namun secara umum, media transmisi yang termasuk dalam guided media memiliki  ketahanan yang lebih baik terhadap gangguan transmisi dibandingkan dengan unguided media.
a.    Kabel Twisted Pair/untiran.
Kabel  jenis  ini  merupakan  kabel  yang  paling  luas  penggunaannya  karena dipergunakan untuk jaringan telpon. Kabel ini terbuat dari tembaga dimana beberapa pasang kabel di-untir dan dijadikan satu. Guna mempertinggi kualitas kabel, seringkali setiap pasang kabel akan saling di-untir sehingga disebut sebagai kabel untiran.



Ada dua jenis kabel  twisted pair yaitu
·         UTP(unshielded twisted pair)




·         STP (shielded twisted pair)




Konektor yang digunakan dalam kabel twisted pair  biasanya adalah RJ 45





Konektor RJ 45
Cable
Type
Feature
Type CAT 1

UTP
Analog (biasanya digunakan di perangkat telephone pada umumnya dan pada jalur ISDN integrated service digital networks. Juga untuk menghubungkan modem dengan line telepon).
Type CAT 2

UTP
up to 1 Mbits (sering digunakan pada topologi token ring) 16 Mbits data transfer
Type CAT 3
UTP / STP
(sering digunakan pada topologi token ring atau 10BaseT)

Type CAT 4
UTP, STP
20 Mbits data transfer (biasanya digunakan pada topologi token ring)

Type CAT 5


UTP, STP - up to 100 MHz


100 Mbits data transfer / 22 db

Type CAT
5enhanced


UTP, STP - up to
100 MHz
1 Gigabit Ethernet up to 100 meters – 4 copper pairs (kedua jenis CAT5 sering digunakan pada topologi token ring 16Mbps, Ethernet 10Mbps atau pada FastEthernet 100Mbps)

Type CAT 6



up to 155 MHz or
250 MHz
2,5 Gigabit Ethernet up to 100 meters or 10 Gbit/s up to 25 meters . 20,2 db (Gigabit Ethernet)

Type CAT 7

up to 200 MHz or
700 Mhz

Giga-Ethernet / 20.8 db (Gigabit Ethernet)


b.    Kabel Koaksial
Pada jenis ini, kabel utama yang terbuat dari tembaga yang  dikelilingi oleh anyaman halus kabel tembaga lainnya dan diantaranya terdapat isolasi. Dari sudut harga, kabel ini lebih mahal apabila dibanding dengan kabel untiran, tetapi kualitas yangdiberikan juga lebih baik.



                                                                             






BNC Connector
Coaxial cable, dikenal dua jenis, yaitu
·         thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar)
·         thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).

Ø  Thick coaxial cable (Kabel Coaxial _gemuk_)
Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet. Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
·         Setiap  ujung  harus  diterminasi  dengan  terminator  50-ohm  (dianjurkan menggunakan terminator
·         yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
·         Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated
·         segments.
·         Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
·         Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
·         Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
·         Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
·         Setiap segment harus diberi ground.
·         Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
·         Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).



Dual 2.2GHz RG-6 Coaxial Cable
Ø  Thin coaxial cable (Kabel Coaxial _Kurus_)
Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3
10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC T-connector.
Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet. Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan TConnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:
·         Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
·         Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
·         Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
·         Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver,
·         kecuali untuk repeater.
·         Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
·         Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
·         Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
·         Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
·         Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi.




RG58/U PVC Coax Patch Cable _ BNC




BNC T-Connector
Ø  Fiber Optic Cable (Serat Optik).
Fiber optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dan dalam pengunaannya beberapa fiber optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh.
Bagian-bagian fiber optik






Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.  Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core). Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.

Jenis Fiber Optik
1.    Single-mode fibers
Mempunyai inti yang kecil (berdiameter 0.00035 inch atau 9 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer)




2.    Multi-mode fibers
Mempunyai inti yang lebih besar(berdiameter 0.0025 inch atau 62.5 micron) dan
berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300
nanometer)


Cara Kerja Fiber Optik




Sinar dalam fiber optik berjalan melalui inti dengan secara memantul dari cladding, dan hal ini disebut total internal reflection, karena cladding sama sekali tidak
menyerap sinar dari inti. Akan tetapi dikarenakan ketidakmurnian kaca sinyal cahaya akan terdegradasi, ketahanan sinyal tergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang sinyal.
Keuntungan Fiber Optik
·         Murah , jika dibandingkan dengan kabel tembaga dalam panjang yang sama.
·         Lebih tipis, mempunyai diameter yang lebih kecil daripada kabel tembaga.
·         Kapasitas lebih besar.
·         Sinyal degradasi lebih kecil.
·         Tidak mudah terbakar,tidak mengalirkan listrik.
·         Fleksibel.
·         Sinyal digital.

Kabel Optik Yang Sering Digunakan





Distribution Cable


Indoor/Outdoor Tight Buffer


Indoor/Outdoor Breakout Cable


Aerial Cable/Self-Supporting


Hybrid & Composite Cable



Armored Cable



Low Smoke Zero Halogen

Konektor kabel Fiber Optik









Komunikasi Tanpa Kabel (wireless)



     3 KHz _ 1 GHz            1 _ 300 GHz           300 GHz _ 400 THz

1.    Radio wave (gelombang radio)

*      Radio-AM
Sinyal yang berbentuk analog, juga dapat ditransmisikan melalui udara, seperti misalnya: gelombang radio. AM-Radio yang merupakan singkatan dari Amplitude Modulation, dapat menangkap sinyal pada frekwensi yang sama, dan dengan kekuatan dan amplitude yang dimilikinya, dapatlah menggerakkan informasi kearah yang dituju.
*      Pemancar Radio-FM /Station Televisi.
Pemancar  radio-FM  dan  station  televisi  juga  dapat  digunakan  untuk menyalurkan gelombang analog. Dalam hal ini, Station televisi ataupun pemancar Radio-FM (Frekwensi Modulation) akan mendiami gelombang antara 54 hingga 806 megahertz (millions of cycles per second)
*      Radio Komunikasi Gelombang Pendek.
Dalam hal ini, radio komunikasi gelombang pendek banyak digunakan oleh kalangan  tertentu,  misalnya  ORARI  ataupun  kepolisian,  juga  dapat dimanfaatkan untuk membawa sinyal analog ketempat yang dituju. Radio komunikasi gelombang pendek memiliki frekwensi yang lebih tinggi jika dibanding dengan frekwensi yang dimiliki oleh pemacar radio-AM.







Sistem gelombang radio
*      Gelombang Mikro.
Komunikasi data melalui gelombang elektro magnet (udara) yang paling banyak digunakan adalah dengan gelombang mikro atau microwave. Cara ini bisa menjangkau jarak yang sangat jauh, sehingga banyak kalangan industri ataupun pribadi yang menggunakannya untuk memindahkan/ menyalurkan suara, video ataupun data komunikasi
*      Telephone Cellular
Telpon celuler ataupun telpon genggam, ataupun telpon mobil yang bekerja pada frekwensi 825 hingga 890 megahertz, juga dapat dimanfaatkan sebagai suatu media transmisi komunikasi data.
*      Satelit.
Penggunaan satelit dirancang untuk mengurangi biaya pada pengiriman jarak yang sangat jauh. Apabila digunakan gelombang mikro, maka diperlukan banyak sekali station pemancar bumi yang harus dibangun. Disamping itu juga harus diingat adanya lautan yang memisahkan daratan satu dengan lainnya. Dengan menggunakan satelit, maka permasalahan yang ada bisa diatasi. Satelit secara umum bekerja pada frekwensi antara dua hingga 40 gigahertz (billion of hertz).




Sistem Gelombang Mikro(Mikro wave)

*      Infra Red
Teknologi infrared adalah teknologi pertama dan paling memasyarakat, sudah sangat umum yang terdapat dipengendali yang beredardi pasaran, misalnya remote tv. Prinsip kerjanya  sangat sederhana, processor kecil pada remote akan menterjemahkan penekanan tombol menjadi intruksi bahasa mesin (bilangan biner) yang dikirimkan melalui infrared ke TV. Dan data diubah kembali menjadi instruksi yg dikenal TV. Konsorsium yang mengatur dan megurusi infrared adalah IrDA) Infrared Data Associate, memiliki panjang gelombang sekitar 875 nm. Sinar yang dihasilkan dan dipancarkan didapatkan dari sebuah lampu LED biasa yang dapat diproduksi dengan sangat murah. Ada dua versi yaitu versi 1.0 memiliki kecepatan dari 0,576 hingga 115,2 kbps, sementara versi 2.0 memiliki kecepatan 0,576 hingga 1,152 Mbps
Kekurangan Infrared :
·         Setiap devices harus terarah dan _bertatap muka_ langsung karena infrared menggunakan sinyal terarah dan biasnya hanya 30 derajat.
·         Teknologi yang cukup tua, kecepatan yang sangat terbatas
·         Jarak yang sangat terbatas dan tidak flesibel, mobiles

*      Bluetooth
Teknologi ini dipelopori oleh Ericsson yang saat ini mulai menggusur dominasi
infrared untuk perangkat bergerak(HP, PDA), teknologi ini sudah dikembangkan oleh sebua konsursium yaitu bluetooth special Interest Group (SIG). Cakupan Bluetooth bisa mencapai 10 meter dan tidak terhalang flesibelitas media, berbeda dengan media lainya seperti infrared atau Wi-Fi, Bluetooth memungkinkan koneksi antar piranti elektronik apa aja dan bukan hanya computer. Bluetooth dapat dibuat membentuk PAN atar perangkat seperti computer, HP, PDA Kamera, bar-code reader, perangkat audio video bahkan sampai perangkat dapur.
Bluetooth bekerja dengan menggunakan signal radio pada frekuensi 2,4 Ghz yang sama dengan WiFI untuk menghindari interpretensi maka Bluetooth bekerja dengan cara spread spectrum frequency hopping (SSFH). Pada saat perangkat Bluetooth akan terkoneksi maka perangkat harus melakukan hopping sequence agar dapat saling mengenali. Secara teoritis kecepatannya 1 Mbps, namun kecepatan efektifnya hanya 721 Kbps, ini untuk standar Bluetooth 1.1, sedangkan untuk standar 1.0 mempunyai kecepatan hanya 420 Kbps Pemakaian Bluetooth sampai saat ini sudah sangat luas, diantaranya.
*      Wireless headset
Dahulu teknologi ini digunakan untuk HP, dimana penggunaan headset dengan menggunakan Bluetooth dapat mengakses  tanpa  batas,  teknologi  ini memungkinkan pengguna dapat menggunakan fasilitas HPnya walaupun Hpnya berada di dalam tas atau koper.
*      Internet Bridge
Teknologi ini juga memungkinkan HP untuk memanfaatkan kemampuan Dial-Up Networking yang ada pada PC, memungkinkan kita didalam jaringan PAN untuk terkoneksi ke internet tanpa menggunakan media kabel jaringan. Fungsinya hampir sama dengan fasilitas Infrared untuk sebagai media penghubung  ke  Internet,  namun  bedanya  perangkat  tersebut  dapat digunakan tanpa harus berhadapan.
*      File Exchange
Memungkinkan membentuk sebuah NT tanpa harus dipusingkan dengan setting domainya terlebih dahulu, misalnya: pada sebuah seminar si pembicara akan membagikan  file  presentasinya  dan  pembicara  cukup mengaktifkan fasilitas Bluetoothnya pada komputernya dan para peserta dapat melakukan file transfer seizin pemilik dengan otentikasi
*      Sinkronisasi
Bluetooth memungkinkan sinkronisasi antar piranti dari PC, PDA, HP, sampai dengan peralatan dapur
Kelemahan
Terletak  pada  caranya  mengurus  data,  secara  teoritis  dapat mengkoneksikan 7 perangkat secara langsung, tetapi manejemen datanya hanya memungkinkan dua perangkat sementara yang lain menunggu.
*      Wi-Fi
Wireless Fidelity, teknologi ini pada awalnya untuk menghilangkan keruwetan kabel dalam membangun sebuah jaringan computer, Wi-Fi bekerja pada frekuensi sama dengan Bluetooth yaitu pada 2,4 Ghz, namun bedanya Bluetooth menggunakan spread spectrum frequency hopping (SSFH), sedangkan Wi-Fi menggunakan direct sequence spread spectrum (DSSS), Intinya spread pada Wi-Fi akan lebih stabil dan  tentunya  lebih  cepat  dibandingkan  dengan  Bluetooth  .  Wi-Fi  memiliki kelemahan yang sangat mengangu seperti masalah keamanan yang dapat di bajak ditengan jalan, dan rentan terhadap konflik dengan perangkat lain dalam waktu yang  bersamaan. Wi-Fi, dikenal  dengan  standar  IEEE  802.11b,  mulai  luas dioperasikan dan beberapa operator di Amerika Serikat mengope-rasikannya secara hot spot di berbagai lokasi seperti Bandar udara, kampus, hotel, coffee shop dll. Wi-Fi sendiri masih mengandung beberapa kelemahan.
Infrared, Bluetooth, Wi-Fi semuanya harus melakukan pengenalan dengan device yang akan bertukar data, istilah ini disebut dengan pairing. Device infrared pastilah sangat terbatas pada koneksi point-to-point dan memiliki proses pairing yang termudah , ketika terjadi kontak sinar infrared, maka protocol infrared akan memberikan nama yang unik sementara pada kedua alat tersebut. Bluetooth dan Wi-Fi memiki sedikit perbedaan dibandingkan dengan koneksi infrared, Bluetooth dan Wi-Fi dapat berfungsi didalam jaringan dimana terdapat banyak device, dan diberi nama yang unik agar tidak bentrok. Agar dapat masuk dan terkoneksi dengan suatu jaringan maka device dengan Bluetooth dan Wi-Fi harus dilakukan konfigurasi yang harus diatur secara benar agar terjadi pairing dengan kedua interkoneksi ini.

Istilah Jaringan dan Pengkabelan
Cable  
Comment
10 Base2
10-Mbps baseband Ethernet specification using 50-ohm thin coaxial cable. 10Base2, which is part of the IEEE 802.3 specification, has a distance limit  of 606.8 feet - 185 meters - per segment.

10 Base5

10-Mbps baseband Ethernet specification using standard (thick) 50-ohm baseband coaxial cable. 10Base5, which is part of the IEEE 802.3 baseband physical layer specification, has a distance limit of 1640 feet - 500 meters - per segment.

10BaseF
10-Mbps baseband Ethernet specification that refers to the 10BaseFB, 10BaseFL, and 10BaseFP standards for Ethernet over fiber-optic cabling
10BaseFB

10-Mbps  baseband  Ethernet  specification  using  fiber-optic  cabling. 10BaseFB is part of the IEEE 10BaseF specification. It is not used to connect  user  stations, but  instead  provides  a  synchronous  signaling backbone that allows additional segments and repeaters to be connected to the network. 10BaseFB segments can be up to 1.24 miles - 2000 meters - long.

10BaseFL

10-Mbps  baseband  Ethernet  specification  using  fiber-optic  cabling. 10BaseFL is part of the IEEE 10BaseF specification and, while able to interoperate with FOIRL, is designed to replace the FOIRL specification. 10BaseFL segments can be up to 3280 feet - 1000 meters - long if used with FOIRL, and up to 1.24 miles - 2000 meters - if 10BaseFL is used exclusively.

10BaseFP
10-Mbps fiber-passive baseband Ethernet specification using fiber-optic cabling. 10BaseFP is part of the IEEE 10BaseF specification. It organizes a number of computers into a star topology without the use of repeaters. 10BaseFP segments can be up to 1640 feet - 500 meters - long.

10BaseT

10-Mbps baseband Ethernet specification using two pairs of twisted-pair cabling Category 3, 4, or 5): one pair for transmitting data and the other for receiving data. 10BaseT, which is part of the IEEE 802.3 specification, has a distance limit of approximately 328 feet -100 meters - per segment
100BaseFX

100-Mbps baseband Fast Ethernet specification using two strands of multimode fiber-optic cable per link. To guarantee proper signal timing, a 100BaseFX link cannot exceed 1312 feet - 400 meters - in length. Based on the IEEE 802.3 standard

100BaseT

100-Mbps baseband Fast Ethernet specification using UTP wiring. Like the 10BaseT technology on which it is based, 100BaseT sends link pulses over the network segment when no traffic is present. However, these link pulses contain more information than those used in 10BaseT. Based on the IEEE 802.3 standard.

100BaseTX
100-Mbps baseband Fast Ethernet specification using two pairs of either UTP or STP wiring. The first pair of wires is used to receive data; the second is used to transmit. To guarantee proper signal timing, a 100BaseTX segment cannot exceed 328 feet - 100 meters - in length. Based on the IEEE 802.3 standard
100BaseX

100-Mbps  baseband  Fast  Ethernet  specification  that  refers  to  the 100BaseFX and 100BaseTX standards for Fast Ethernet over fiber-optic cabling. Based on the IEEE 802.3 standard